Saya ingin pisah dari suami saya.

Kami berumah tangga sdh 8 tahun. Tapi kami jarang bertemu, krn saya tinggal di kampung dan suami usahannya di kota. Awalnya kami bahagia saha tp lama kelamaan saya jenuh dan menginginkan suami pulang dan usaha di kampung saja.

Dengan alasan blm pny rmh maka dia tdk mau plg dan bilang kesaya kl sdh pny rmh sndiri maka dia mau plg. Hingga sy berusaha dgn memakai uang pinjaman saya bangun rumah, tp setelah selesai suami msh juga blm mau plg.

Setelah Saya sampaikan keadaan saya yg sebenarnya bhw saya memiliki hutang 400jt lbh.. Dia justru bilang tdk sanggup membayar dan membiarkan saya menanggung semuanya sendiri.

Dari sini saya jd tdk respek ke suami dan ingin pisah saja. biar saya bisa bebas bekerja dan menyelesaikan permasalahan hutang saya.

Mohon bantuannya kpd Bu dewi agar saya mendapat solusi atas masalah saya. Atas bantuannya saya ucapkan terimakasih.

Jawab:

Salam Sejahtera Ety Marliyah di Palembang. Seorang istri dalam pepatah Jawa diungkapkan dalam suatu ibarat “surga nunut, neraka kathut”. Maksudnya, sebagai seorang istri apapun keputusan suami yang bisa dilakukan adalah mendukung keputusan suami.

Saya membernaikan diri untuk bilang, Anda terlalu sembrono dan arogan dalam menjalani hubungan rumah tangga. Apalagi Anda mengambil keputusan tanpa persetujuan suami. Terlepas keputusan yang Anda ambil itu untuk kebaikan kebersama atau tidak.

Tapi, berhutang tanpa sepengetahuan suami, adalah kesalahan fatal sebagai seorang istri. Sebenarnya, melihat kondisi hubungan Anda dan suami saat ini. Bukanlah hal yang sulit bila Anda ingin berpisah dengan suami.

Mengenai hutang. Tidak ada jalan lain menghadapi hutang, kecuali memang dibayar lunas. Hutang akan selamanya menjadi beban Anda bila Anda tidak berupaya melunasinya.

Salam

Dewi Gayatri