Bisakah Menguasai Ilmu Supranatural Langsung Ke Tingkat Mahir Tanpa Mempelejari Dasar?

Banyak orang tertarik belajar berbagai macam ilmu supranatural karena adanya harapan yang ditawarkan dalam program pelatihannya. Keinginan segera mencapai hasil seringkali menyebabkan orang mengabaikan tahapan prosesnya dengan benar.

Banyak orang merasa yakin bahwa dia sudah siap memperoleh pelajaran yang tinggi tanpa dengan sabar dan tekun belajar melalui tahapan urutan tingkat dasar dan pembentukan psikologis.

Kurang bijaksana kalau seseorang mengira bahwa ia sanggup menghadapi kekuatan yang mungkin timbul dalam dirinya, sedangkan dia sendiri belum mengetahui resikonya.

Hendaknya orang jangan mencoba membangkitkan energy kebatinan tanpa bimbingan seorang guru yang benar mengerti persoalannya, karena bahaya yang ditimbulkan akibat pembangkitan yang salah sangat serius.

Bahaya itu bukan hanya yang murni bersifat fisik, tetapi juga batin/ jiwa. Memang informasi sangat cepat disebarkan. Kita dapat temukan banyak tulisan atau ajaran melalui buku atau artikel di internet. Banyak yang mengupas mengenai pembangkitan ilmu batin dengan cepat tanpa memperhatikan aspek lain yang sebenarnya sangat menentukan, yaitu pembentukan kesiapan psikologis dan spiritual.

Tanpa itu pembangkitan energy kebatinans ebagai pondasi ilmu supranatural, akan berubah menjadi petaka bagi pelakunya. Apalagi dilakukan tanpa bimbingan guru sejati yang mengajarkan tahap demi tahap proses pembelajarannya.

Ditambah lagi penulisnya tidak menguasai pengetahuannya dengan benar, hanya meramu teknik dari berbagai ajaran dan buku.  Inilah yang kemudian menyebabkan berbagai sindrom belajar tanpa tahu kelimuannya.

Pada masa sekarang, metode belajar ilmu supranatural memang dibuat sesederhana mungkin sesuai kebutuhan manusia pada jaman sekarang.

Sehingga tidak banyak yang menyadari bahwa tahapan belajar ilmu supranatural sebenarnya membutuhkan proses yang panjang.

Orang yang telah menekuni dan melewati masa-masa pelatihan olah kebatinan, untuk tingkatan selanjutnya akan mulai banyak melakukan laku prihatin, tirakat, puasa, semedi, meditasi dan tapa brata, untuk memperdalam dan meningkatkan kekuatan keilmuannya.

Karena itu, tidak selayaknya memamerkan keilmuan yang berkaitan denagn hal supranatural. Atau malah menjadikan bahan tontonan dan tertawaan. Karena ilmu supranatural bukan untuk bahan candaan.