Bagaimana saya bisa terbebas dari piutang?

Kalau dilihat dari gajih , seharusnya saya bisa mencukupi kebutuhan ekonomi bahkan perbulannya bisa menyisihkan. Pendapatan saya disamping gaji saya menjalin hubungan dengan pengusaha kapur agar perusahaannya dapat kuota kontrak ysng banyak dan kualitas tidak terlalu jelek.

8 tahun kebelakang saya bisa membiayai anak sulung saya sampai lulus kuliah. Meskipun berapa tahun kemudian saya tertarik kepada seorang janda, yang akhirnya saya menikahi dan punya anak. Saya berusaha untuk memenuhi kebutuhan istri kedua saya. Tanpa melalaikan kebutuhan istri pertama saya. Berlangsungnya waktu .

Saya kekurangan penghasilan. Karena saya memutus hubungan dengan pengusaha kapur yg ujung ujung nya minta memarkup kualitas kapur itu. Keterpurukan ini akhirnya saya terjerat dengan piutang, bahkan jatah ekonomi buat istri pertama saya terpaksa saya potong.

Akhirnya tiap bulannya selalu kekurangan. Saya berusaha untuk membebaskan dari piutang yg membebani saya tiap bulannya. Dan akhirnya saya tidak bisa memenuhi keinginan istri saya setiap ada keinginan, selalu saya batasi.

Oleh karena itu akhirnya istri ke dua saya meninggalkan saya, sedangkan istri pertama saya saya sudah tidak memenuhi kebutuhan bsthi dan sudah 8 thn cuma saya penuhi kebutuhan lahir meskipun tidak seperti dahulu.

Sempet bertanya pada diri saya sendiri ada apa dengan diri saya ini.
Dan perlu di ketahui di tempat kerja saya selalu keselip oleh orang yg baru masuk, bahkan selalu jadi atasan saya.

Jawab:

Salam Bapak Asep Ruhimat di Jakarta. Yang terjadi pada diri Anda sebenarnya adalah mudah puas pada keadaan dan terlalu gegabah. Anda merasa nyaman pada zona Anda, sehingga lupa bahwa keadaan tidak selamanya di atas. Kalau tidak berpikir untuk mengubah diri menjadi lebih baik, maka Anda akan tersalip. Itulah yang terjadi.

Mulai sekarang, perbaiki pola pikir Anda. Jangan terlena dengan kondisi saat ini, karena zaman senantiasa berubah.

Salam

Dewi Gayatri